AplikasiTips And Trik

Aplikasi Pelacak Corona di Smartphone untuk Memperkecil Risiko Tertular

Aplikasi Pelacak Corona untuk Memperkecil Risiko Tertular

Berbagai developer teknologi modern berlomba-lomba untuk membuat aplikasi pelacak corona, misalnya perusahaan raksasa Apple Inc. dan Alphabet Inc atau Google. Tujuannya untuk memperkecil penyebaran corona sehingga memungkinkan menyelamatkan banyak nyawa. Di Indonesia, orang-orang juga dapat menggunakan aplikasi pelacak corona, lho.

Baca Juga: Rekomendasi Kamera Underwater untuk Fotografi

Aplikasi pada dasarnya menawarkan akses yang efisien. Pasalnya orang-orang dapat memasang aplikasi pelacak corona di smartphone secara gratis. Aplikasi juga memberi informasi melalui koneksi internet. Berdasarkan data Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), 89% dari total penduduk di Indonesia menjadi pengguna smartphone dengan akses internet secara berkala.

Virus Corona Menyebabkan Pandemi Di Indonesia

Aplikasi pelacak corona menawarkan berbagai informasi. Virus corona sebelum nya dipercaya menyebabkan infeksi di saluran pernapasan atas secara ringan dan sedang. Akan tetapi, virus terus bermutasi hingga menyebabkan berbagai penyakit yang lebih serius. Apalagi corona menjelma layaknya virus flu pada umumnya, yang mana tersebar dari manusia ke manusia yang lain.

Kasus corona pertama di Indonesia tercatat pada 2 Maret 2020. Akan tetapi, Pakar Epidemiologi UI (Universitas Indonesia) bernama Pandu Riono berkata virus sebenarnya tersebar di Indonesia sejak  awal Januari. Pasalnya pada Januari 2020, WHO (World Health Organization) telah mengidentifikasi varian corona yang mampu menular sesama manusia.

Kemudian Presiden Joko Widodo menyatakan corona sebagai bencana nasional. Hal ini tertera melalui Keppres (Keputusan Presiden) Republik Indonesia. Yaitu Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) Sebagai Bencana Nasional, setelah beberapa bulan, pemerintah memutuskan untuk menetapkan kebijakan New Normal atau kebiasan baru.

Meski demikian, pemerintah terus menemukan kasus-kasus baru di Indonesia, termasuk di tahun 2021. Berdasarkan data dari Merdeka, terdapat 5.500 kasus baru dengan total 1.668.368 kasus per 30 April 2021. Sedangkan pasien meninggal berjumlah 45.521. Oleh karena itu, krusial untuk memperhatikan protokol kesehatan guna memutus mata rantai persebaran corona.

Memahami Urgensi Keterbukaan Data

Aplikasi pelacak corona ternyata punya peran sebagai platform guna menawarkan keterbukaan data pada masyarakat, pasalnya pandemi yang pada dasarnya belum berakhir menuntut keterbukaan informasi untuk memperkecil risiko penularan. Apalagi kerap bermunculan berita hoaks yang umumnya merugikan banyak pihak.

Pemerintah sebenarnya memahami urgensi keterbukaan tersebut, yang mana Niken Widiastuti sebagai Staf Khusus Kemenkominfo Bidang IKP, Transformasi Digital, dan Hubungan Antar Lembaga juga mempertegas hal ini. Pemerintah akhirnya terus berupaya untuk memberi informasi yang tepat secara terbuka.

Didik Budianto selaku Kepala Pusat Data dan Informatika Kementerian Kesehatan juga mengatakan keterbukaan data memiliki urgensi untuk masyarakat. Salah satunya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi pandemi. Alhasil ketika mendapat informasi penularan, maka masyarakat akan lebih masif melakukan pencegahan.

Pada akhirnya, data-data penyebaran virus corona mampu meningkatkan aktivitas preventif untuk masyarakat digital. Misalnya aktif untuk meningkatkan daya tahan tubuh sampai menghindari lokasi-lokasi dengan risiko penularan yang besar. Tidak hanya itu, keterbukaan data juga memiliki peran bagi pemerintah, khususnya untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

Mengenal Aplikasi Pelacak Corona di Ponsel Pintar

Corona merupakan virus yang mampu memporak-porandakan perekonomian di berbagai negara. Oleh karena itu, pemerintah dan pihak-pihak swasta terus berlomba-lomba memperkecil risiko penularan. Salah satunya dengan mengembangkan aplikasi pelacak corona di suatu daerah. Hal ini umumnya efisien karena mampu melacak pergerakan penularan.

1. PeduliLindungi

PeduliLindungi - Aplikasi Pelacak Corona

Seperti namanya, aplikasi ini merupakan karya anak bangsa yang populer sejak Kemenkominfo memperkenalkan aplikasi secara publik. Pada dasarnya aplikasi berperan untuk meredam pandemi dengan sistem lacak di Indonesia.

Aplikasi pelacak corona umumnya memiliki sistem yang sederhana, tetapi tetap akurat untuk memperkecil risiko penularan. PeduliLindungi pada dasarnya mengandalkan partisipasi masyarakat untuk membagikan data lokasi, khususnya ketika berpergian agar orang-orang dapat melakukan penelusuran kontak dengan penderita. Orang-orang  juga dapat mengunduh aplikasi di Android.

2. Covid Symptom Tracker

Covid Symptom Tracker - Aplikasi Pelacak Corona

Covid Symptom Tracker merupakan aplikasi populer yang menawarkan sistem pelacakan untuk berbagai negara, termasuk di Inggris. Aplikasi merupakan ciptaan peneliti di King’s College London, perusahaan data pengetahuan ZOE, dan rumah sakit Guy and St. Thomas. Melalui pengembangan dari berbagai tenaga ahli, aplikasi pelacak corona pada akhirnya mampu memperkecil risiko penularan.

Dalam praktiknya, Covid Symptom Tracker membantu orang-orang untuk melacak persebaran corona. Lantas membuat pengguna mengetahui siapa saja yang memiliki risiko penularan. Covid Symptom Tracker akan meminta pengguna untuk meluangkan waktu 1 menit setiap hari. Tujuannya untuk melaporkan kondisi kesehatan secara berkala.

3. TraceTogether

Trace Together - Aplikasi Pelacak Corona

Tidak seperti berbagai jenis aplikasi-aplikasi sebelumnya, TraceTogether punya sistem yang memanfaatkan sinyal dari Bluetooth agar bekerja. Sinyal ini terhubung dari satu perangkat ke perangkat yang lain dengan jarak kurang dari 2 meter.

Lantas, bagaimana jika sinyal mendeteksi seseorang yang mungkin terinfeksi corona? Tentu saja, pemerintah akan menghubungi orang yang bersangkutan. Pemerintah akan meminta pengguna menyetor data lokasi untuk melakukan pelacakan. Tujuannya untuk mengetahui siapa saja orang-orang yang pernah melakukan interaksi.

4. Close Contact Detector

Close Contact Detector - Aplikasi Pelacak Corona

Pemerintah China berhasil mengembangkan aplikasi pelacak corona bernama Close Contact Detector. Awalnya pemerintah bekerja sama dengan perusahaan CETC (China Electronics Technology Group Corp). Dalam hal ini, aplikasi mengandalkan data-data penting dari berbagai lembaga pemerintah, khususnya untuk melacak pergerakan masyarakat.

Sebagaimana dalam paparan berbagai media, China mengklaim aplikasi mampu memberi informasi perihal status kesehatan seseorang. Tujuannya agar pengguna lain dapat memahami apakah seseorang terinfeksi corona atau tidak. Pasalnya orang-orang dapat melacak data pengguna yang lain menggunakan aplikasi Close Contact Detector.

5. Home Quarantine

Home Quarantine - Aplikasi Pelacak Corona

Negara Polandia terus menerapkan komitmen untuk menekan persebaran virus, yakni caranya dengan meluncurkan aplikasi pelacak corona ini, tidak seperti aplikasi pelacak corona lainnya. Home Quarantine punya tujuan guna memastikan orang-orang tetap berada di rumah selama 14 hari atau masa karantina.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab pemerintah Polandia aktif membuat akun untuk orang-orang yang harus melakukan karantina mandiri, termasuk masyarakat yang kembali dari luar negeri. Home Quarantine memiliki sistem meminta pengguna melakukan swafoto  dalam 24 jam. Namun jika tidak, maka polisi Polandia akan melakukan kunjungan.

Ayo, Cegah Corona dengan Hal-Hal Sederhana

APK pelacak corona akan semakin optimal kalau masyarakat terus berkomitmen mematuhi protokol kesehatan secara benar. Sebenarnya orang-orang juga dapat mencegah persebaran corona dengan melakukan hal-hal sederhana. Pasalnya bukan tidak mungkin virus corona kembali meluas di Indonesia, meskipun pemerintah telah menawarkan vaksin corona secara resmi.

1. Gemar Mencuci Tangan

Rajin Cuci Tangan - Aplikasi Pelacak Corona

Hal pertama untuk mencegah persebaran corona adalah dengan mencuci tangan. Orang-orang dapat mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Selain itu, masyarakat sebaiknya tidak menyentuh mata, mulut, atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Pasalnya virus dan bakteri dapat masuk ke tubuh seseorang secara mudah.

2. Tidak Meninggalkan Rumah

Diam Di Rumah - Aplikasi Pelacak Corona

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan rumah apabila bukan kepentingan yang mendesak. Secara logika hal ini memang cara efektif untuk memutus persebaran mata rantai corona. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona mengatakan anak muda memiliki potensi yang lebih besar sebagai carrier.

3. Terus Menjaga Jarak

Menjaga Jarak - Aplikasi Pelacak Corona

Jika orang-orang memang harus beraktivitas di luar ruangan atau di berbagai tempat umum, maka sebaiknya tetap menjaga jarak. Pemerintah kerap menggalakkan hal ini dengan istilah physical distancing. Jarak yang aman menurut para ahli adalah 1 sampai 2 meter.

4. Meminimalkan Kontak Fisik

Mengurangi Kontak Fisik - Aplikasi Pelacak Corona

Meminimalkan kontak fisik berperan untuk memperkecil risiko penularan. Misalnya mengurangi aktivitas berjabat tangan ketika bertemu orang lain. Tujuannya untuk menghindari paparan terhadap kulit. Pasalnya tangan dan wajah dapat menjadi media penyebaran corona yang paling utama.

5. Menghindari Kerumunan

Hindari Kerumunan - Aplikasi Pelacak Corona

Mayoritas orang-orang berpikir berada di tempat ramai merupakan sesuatu yang menyenangkan. Akan tetapi, sebaiknya masyarakat berkomitmen untuk menghindari kerumunan di masa pandemi. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab kerumunan mampu memperbesar risiko penularan. Jadi, tidak heran apabila pemerintah membuat peraturan secara khusus.

Demikian berbagai aplikasi smartphone untuk mencegah persebaran corona. Dalam hal ini, pengguna tidak perlu khawatir, sebab aplikasi tidak menampilkan masalah privasi. Artinya masing-masing aplikasi umumnya tidak menyertakan data diri seseorang, seperti nama dan kapan paparan tersebut terjadi.

Baca Juga: Review Kamera Canon Termurah Untuk Fotografer Pemula

Pada akhirnya, pemerintah dan masyarakat terus berharap aplikasi di atas mampu menekan persebaran virus secara efektif dan tepat, apalagi orang-orang dapat mengunduh aplikasi secara gratis di masing-masing perangkat. Dengan menggunakan aplikasi pelacak corona ini, maka orang-orang berarti memiliki kepedulian dengan orang lain.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Aplikasi