GamesTips And Trik

Capcom Retro Station dan Nostalgia dengan Mesin Arcade Mini

Capcom Retro Station dan Nostalgia dengan Mesin Arcade Mini

Seiring perkembangan teknologi, merilis mesin arcade mini menjadi tren di Negara Sakura. Oleh karena itu, developer ikut merilis Capcom Retro Station pada tahun 2020. Capcom (Japan Capsule Computers) merupakan salah satu developer dan produsen video game terkemuka yang berpusat di Jepang.

Baca Juga: Mengenal Game Builder Garage, Permainan Anti Mainstream

Awalnya Capcom berdiri pada tahun 1979. Kemudian Capcom terus berkembang hingga memimpin industri video game di era digital. Berdasarkan catatan, Capcom berhasil mewariskan franchisefranchise game rumahan dan mesin arcade di masanya. Bahkan, Capcom kembali mempopulerkan konsep mesin arcade melalui Retro Station.

Apa Itu Arcade?

Capcom Retro Station pada dasarnya menawarkan permainan yang menarik. Sedangkan, arcade memiliki definisi sebagai mesin permainan yang beroperasi dengan koin pada awalnya. Di masa lalu, game arcade umumnya terpasang di tempat-tempat bisnis yang mana mudah dijangkau orang-orang. Misalnya restoran, pusat permainan hiburan, sampai bioskop.

Orang-orang tempo dulu akan memasukkan koin dan memainkan permainan tertentu. Umumnya mayoritas permainan arcade berbentuk video, permainan elektromekanis, atau mesin pinball. Sedangkan di tanah air orang-orang kerap menyebut mesin arcade dengan nama game ding-dong. 

Akan tetapi pengertian game arcade semakin luas. Seiring perkembangan teknologi, game arcade kerap terdefinisi sebagai genre permainan real time di perangkat komputer, yang mana menggunakan mesin elektronik dan koin dengan tombol-tombol kontrol. Awalnya game arcade hanya berada di mesin arcade. Namun, pengertian arcade terus meluas menjadi game video aksi.

Kini orang-orang banyak menemukan video aksi yang terkemas dalam gameplay simple dan berfungsi secara berulang-ulang. Pada dasarnya, game aksi arcade fokus pada gerakan refleks untuk menekan tombol-tombol tertentu. Oleh karena itu, genre game ini umumnya tidak melibatkan banyak unsur-unsur tambahan, seperti strategi dan puzzle.

Mesin Arcade Memiliki Sejarah Panjang

Capcom Retro Station tidak muncul begitu saja, melainkan melalui sejarah yang panjang. Pasalnya sebelum konsol dan berbagai perangkat portable muncul beberapa dekade sebelumnya, orang-orang terlebih dahulu menggunakan mesin arcade. Berdasarkan catatan, mesin arcade yang beroperasi menggunakan koin muncul pertama kali pada tahun 1972.

Atari adalah perusahaan mesin game yang berhasil memperkenalan game simulasi ping pong bernama Pong. Pada awalnya mesin Pong berada di Kedai Andy Capp, California Amerika Serikat. Hal ini tercatat secara detail di buku berjudul All Your Base Are Belong to Us: How Fifty Years of Videogames Conquered Pop Culture.

Sedangkan Capcom tercatat merilis video game pertama tahun 1984. Game pertama developer ini adalah Vugus. Selanjutnya Capcom terus merilis gamegame populer yang berperan di mesin arcade. Street Fighter rilis pada tahun 1987 dan menjadi game paling populer yang pertama. Di tahun yang sama, Capcom juga berhasil merilis Mega Man.

Capcom tampaknya memilih jalan yang berbeda, yakni dengan merilis mesin arcade mini. Padahal sebelumnya dunia tengah membicarakan konsol PS 5 dan Xbox. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab mesin arcade pada dasarnya memiliki sejarah panjang sehingga menempati posisi di masyarakat. Apalagi, Capcom memiliki desain mesin yang inovatif.

Popularitas Mesin Arcade Mini Terus Meningkat

Capcom Retro Station tergolong mesin arcade mini yang rilis di era digital. Berdasarkan catatan, mesin arcade termasuk mesin legendaris dengan banyak permainan menarik. Akan tetapi, popularitas mesin arcade sempat tenggelam karena terdapat berbagai gadget-gadget untuk bermain video game. Misalnya adalah PC, laptop, smartphone, dan gadgetgadget lainnya.

Namun seiring perkembangan teknologi, berbagai developer mulai mempopulerkan mesin arcade kembali. Hal ini bermula dari SNK yang merilis Neo Geo Mini pada tahun 2018. Lantas terdapat Sega yang memperkenalkan Astro Mini City di tahun 2020. Hal ini umumnya menyebabkan mesin arcade kembali memiliki popularitas.

Akan tetapi, tidak seperti mesin arcade di masa lalu, pasalnya banyak developer memilih menciptakan mesin dengan mengedepankan fleksibilitas. Oleh karena itu, anak-anak di era digital lebih mengenal mesin arcade mini daripada mesin arcade dengan ukuran besar. Oleh karena itu, Capcom ikut merilis mesin arcade mini bernama Capcom Retro Station.

Secara umum, Capcom Retro Station, Neo Geo Mini, atau Astro Mini City memiliki beberapa kesamaan. Misalnya memiliki ukuran yang mungil dan hadir dengan membawa berbagai permainan klasik di era digital. Pada dasarnya, permainan-permainan tersebut cenderung bersifat preinstalled. Permainan mengusung franchise dari Street Fighter dan Mega Man.

Capcom Tawarkan Kualitas

Capcom Retro Station dan produk-produk Capcom yang lain pada dasarnya memiliki kualitas secara high level. Oleh karena itu, Capcom terus berkembang di era digital. Bahkan, mampu mempertahankan operasi di banyak negara. Misalnya adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Sampai sekarang Capcom telah merilis lebih dari 90 judul produk permainan, yang mana produk-produk tersebut terjual sebanyak lebih dari 1 juta unit. Alhasil Capcom berhasil berdiri sebagai developer nomor 1 di bidang industri video game. Selain itu, beberapa permainan juga memiliki popularitas yang tinggi.

Mungkin orang-orang tidak asing dengan  Street Fighter V, Mega Man Legacy Collection, atau Monster Hunter: Word. Dengan demikian, hal ini menjadi bukti bahwa Capcom memiliki pengalaman dan teknologi untuk menciptakan software-software permainan yang menarik. Sedangkan, beberapa permainan yang berhasil memiliki popularitas umumnya berperan sebagai game pilihan di Retro Station.

Pada akhirnya, Capcom Retro Station menawarkan kualitas, baik perihal komponen-komponen sampai game yang memeriahkan perangkat. Berdasarkan catatan, game arcade memiliki popularitas yang tinggi pada tahun 1970-an, 1990-an, dan terus merangkak di era digital. Meski bersaing dengan konsol video game rumahan, tetapi Capcom Retro Station tetap memiliki kualitas yang layak untuk dipertimbangkan.

Capcom Retro Station dan Kenangan Lama

Kini, para pemain klasik dapat bernostalgia dengan mesin arcade mini bernama Retro Station. Pada dasarnya Capcom Retro Station mampu mendatangkan nostalgia dan menjadi salah satu collector item untuk penggemarnya. Selain itu, anak-anak di era digital umumnya juga menikmati perangkat, sebab mesin terintegrasi dengan teknologi modern.

1. Memiliki Ukuran Mini

Ukuran Mini - Capcom Retro Station

Dimensi fisik Retro Station pada dasarnya memiliki ukuran mini. Mesin menawarkan dimensi fisik 392×280×315 milimeter. Sedangkan mesin mempunyai berat sebesar 2,1 kilogram.  Oleh karena itu, tidak heran apabila Retro Station dapat dikatakan sebagai versi mini mesin arcade beberapa dekade sebelumnya.

2. Desain Futuristik

Desain Futuristik - Capcom Retro Station

Meski mesin arcade tergolong sebagai konsep lama, tetapi Capcom berhasil membawa desain futuristik. Selain menawarkan ukuran mini, Capcom juga mendesain Retro Station dengan warna-warna menarik. Pada dasarnya, mesin arcade mini memiliki kombinasi warna kuning dan biru, yang mana warna-warna tersebut menjadi identitas untuk developer.

3. All In One

All In One - Capcom Retro Station

Tahukah kamu Capcom Retro Station merupakan mesin arcade mini yang masuk kategori all in one? Di dalamnya, orang-orang dapat menemukan panel layar berukuran 8 inchi. Sedangkan dimensi panel layar tersebut berukuran lebih dari 3,5 inchi. Tidak hanya itu, untuk memperbesar suara pengguna juga dapat mengatur volume speaker, lho. 

4. Game PreInstalled

Game PreInstalled - Capcom Retro Station

Sampai sekarang Retro Station menawarkan berbagai permainan yang bersifat preinstalled. Dalam hal ini, Capcom mengusung 10 permainan. Setengah diantaranya berasal dari franchise Street Fighter dan sisanya dari franchise Mega Man. Misalnya di antaranya adalah Street Fighter II, Super Puzzle Fighter II Turbo, Mega Man The Power Battle, dan lain sebagainya.

5. Bermain Bersama

Bermain Bersama - Capcom Retro Station

Apakah kamu ingin bermain dengan teman-temanmu yang lain? Untungnya orang-orang dapat menggunakan Retro Station fightstick. Tujuannya agar pengguna dapat memainkan game dengan dua pemain, tetapi tetap menggunakan satu konsol. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menggunakan PVC Dongle  di antara 2 Retro Station dengan membuat koneksi nirkabel.

Demikian informasi perihal Retro Station yang menjelma sebagai mesin arcade mini di era digital. Orang-orang dapat menemukan perangkat dengan kontrol joystick dan enam tombol lain layaknya mesin arcade di masa lalu. Tidak hanya itu, Retro Station pada dasarnya dapat tersambung ke TV dengan colokan HDMI, lho.

Baca Juga: Game Genshin Impact, Permainan Populer dengan Fitur Inovatif

Oleh karena itu, Retro Station menjadi pilihan populer untuk mendapatkan pengalaman bermain yang berbeda. Apalagi di dalamnya terdapat beberapa game yang telah terinstal, khususnya permainan dari seri Street Fighter dan Mega Man. Secara umum, Capcom Retro Station dibanderol dengan harga sekitar Rp 3 juta. Hal ini umumnya terjangkau untuk masyarakat.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Games