Apa itu Web 3.0, Pengertian Hingga Contoh Penerapannya

Apa itu Web 3.0, Pengertian Hingga Contoh Penerapannya

Pertanyaan mengenai “apa itu Web 3.0?” tentu muncul di benak kita ketika mendengar istilah ini pertama kali, entah melalui berita, media sosial, atau dari obrolan dengan orang lain.

Baca juga : Apa itu iPhone HDC? Kenali Perbedaannya Serta Kekurangannya di Sini!

Munculnya istilah ini memang merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi sekarang, yang menjadi penerus Web 1.0 dan Web 2.0. Untuk memahami mengenai teknologi terbaru tersebut, silakan simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut!

Apa itu Web 3.0: Pengertian Hingga Contoh Penerapannya dalam Sehari-hari

Agar informasi mengenai inovasi teknologi tersebut bisa kalian pahami, di bawah ini sudah tersedia penjelasan dalam beberapa bagian, yaitu:

Pengertian

Nah, apa itu Web 3.0 atau Web3? Nah Web3 merupakan generasi ketiga dari WWW (World Wide Web) yang bisa menghubungkan data secara terdesentralisasi agar bisa memberikan penggunanya pengalaman yang lebih personal dan cepat.

Seperti penjelasan pada pembuka, Web3 ini merupakan evolusi dari Web 2.0 dengan menambahkan beberapa fungsi-fungsi  untuk memperlancar kegiatan kita selama menjelajahi internet.

Secara umum, teknologi dibentuk dengan memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan, sistem keamanan blockchain, serta web semantik supaya informasi pengguna bisa tetap aman dan mendapat perlindungan maksimal.

Setelah pertanyaan dasar mengenai apa itu Web 3.0 terjawab, maka kita akan lebih mudah memahami cara kerja hingga contohnya, sehingga bisa memanfaatkan teknologi ini dengan maksimal.

Cara Kerja

Teknologi ini merupakan bentuk peningkatan atau pembaruan pada teknologi sekarang, yaitu Web 2.0, di mana masih berdasarkan jaringan peer-to-peer, bukan menggunakan server terpusat.

Lalu apa itu Web 3.0 akan lebih baik cara kerjanya daripada versi 2.0? Secara garis besarnya, jawabannya adalah iya. 

Sistem ini akan terdesentralisasi serta sudah menggunakan enkripsi end-to-end agar website bekerja lebih aman, efisien, serta pribadi dengan cara menghilangkan kebutuhan otoritas pusat pada beberapa media, seperti Google dan Facebook.

Dari penjelasan tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa cara kerja dari versi terbaru teknologi WWW ini adalah adanya desentralisasi. Di mana tidak satu perusahaan yang meng-hosting website kita, melainkan semua data dan konten akan tersimpan pada beberapa server yang kendalinya berada pada individu atau perusahaan yang berbeda.

Jika penyimpanan data kita seperti itu, maka website akan lebih sulit mendapat manipulasi atau peretasan karena para peretas harus menyerang lebih banyak server untuk mendapatkan keinginan jahat mereka.

Fitur-Fitur

Bukan hanya mengetahui apa itu Web 3.0 atau cara kerjanya, kita juga harus memahami apa saja fitur-fitur utama yang bisa membantu penggunanya, seperti:

Kecerdasan Buatan

Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan agar bisa dapat menunjang kinerja komputer dalam memahami informasi seperti orang normal dengan hasil yang cepat dan lebih produktif. 

Dengan fungsionalitas pada AI, website juga mempunyai kemampuan dalam membedakan informasi palsu dan asli. Tidak hanya itu, AI juga akan terintegrasi ke media sosial agar bisa mengenali emosi dan ekspresi manusia sehingga dapat menyediakan konten personal.

Web Semantik

Ketika mempertanyakan mengenai apa itu Web 3.0, maka istilah web semantik atau “web yang mampu memahami manusia” juga akan muncul.

Web semantik bisa membantu pengguna membuat, membagikan, serta menautkan informasi atau media dengan pencarian dan analisis. 

Kemampuan ini akan berfokus dalam pemahaman mengenai arti kata dan konteks yang ada di belakangnya. Lalu apa itu Web 3.0  mampu bekerja lebih baik dalam memahami manusia?

Jawabannya, iya, karena bisa memahami manusia dengan cukup tepat serta menghadirkan fitur untuk pengalaman lebih baik untuk mesin penelusuran, alat pembelajaran, serta e-commerce.   

Berfokus pada Pengguna

User zaman sekarang, terutama generasi muda, sudah jauh lebih sadar mengenai data pribadi, sehingga akan berusaha menjaganya dengan lebih baik. Nah, makanya kita banyak yang menuntut banyak kendali, seperti pihak mana saja yang boleh mengaksesnya.

Saat berbicara mengenai apa itu Web 3.0 , maka hal ini adalah salah satu sorot utamanya, di mana pengguna akan menerima lebih banyak kontrol terhadap data pribadi. 

Selain ketiga fitur tersebut, juga ada fitur lainnya seperti penggunaan grafik teknologi 3 Dimensi dan menggunakan teknologi blockchain.

Ciri-ciri 

Setelah tahu mengenai fitur-fitur utama teknologi tersebut, kita juga perlu mengetahui karakteristiknya agar mudah membedakannya dengan teknologi lainnya.

Data Ownership

Ciri-ciri pertamanya adalah adanya data ownership yang membuat pengguna atau pemilik memiliki otoritas paling besar terhadap datanya. Ciri-ciri pertama pada apa itu Web 3.0 ini memang berkaitan dengan fitur utama Web3 yang berfokus kepada pengguna.

Hal ini menjadi perhatian besar para pengembang karena di era Web 2.0, terlihat bahwa banyak perusahaan besar yang memonopoli data pengguna tanpa adanya kontrol pengguna untuk melindungi data masing-masing.

Mirisnya beberapa waktu belakangan kita juga menemukan banyak kasus jual beli data oleh pihak tidak bertanggungjawab untuk kepentingan iklan.

Nah, aset crypto dan blockchain memungkinkan kita memiliki anonimitas ketika berinteraksi melalui “menyembunyikan” data pengguna di balik enkripsi yang hanya bisa terbaca oleh komputer, sehingga perusahaan-perusahaan tidak lagi memiliki akses.

Self-Governance

Pada masa Web3, banyak aplikasi dan platform yang menggunakan sistem DAO, yang membuat kita sebagai pengguna mempunyai wewenang untuk berpartisipasi dalam penentuan kebijakan platform tersebut.

Dengan model self-governance ini, menunjukkan upaya berbagai platform untuk ikut serta melakukan desentralisasi, tidak seperti beberapa perusahaan besar yang menggunakan sentralisasi seperti Amazon dan Google.

Permissionless dan Trustless

Dengan ikut serta menggunakan teknologi Web 3, maka kita akan bisa merasakan manfaat penggunaan aset crypto sebagai mata uang dalam transaksi sehari-hari. 

Kemudian aplikasi yang memanfaatkan teknologi ini bisa saling terhubung karena mayoritas akan mempunyai interoperabilitas dengan platform lain.

Tantangan Menggunakan Web3

Jika melihat penjelasan mengenai apa itu Web 3.0 hingga ciri-cirinya, semuanya mungkin terlihat mudah dan bagus. Namun tentu saja Web3 juga memiliki beberapa tantangan untuk bisa kita gunakan, seperti:

Edukasi

Setiap perpindahan era Web, tentu akan ada perubahan serta berbagai prinsip kerjanya yang masih belum familiar bagi kebanyakan kita, sehingga transisi pun pasti membutuhkan waktu cukup lama.

Daripada internet yang kita kenal selama ini, Web3 ini memperkenalkan banyak hal baru, misalnya prinsip, teknologi, serta model interaksi. Maka, edukasi dan pemahaman harus masuk ke dalam pertimbangan ketika versi ini meluncur ke pasaran saat masa mendatang.

Infrastruktur

Ekosistem Web3 masih pada tahap awal, sehingga kana ada banyak perkembangan pada berbagai aspek penunjang. 

Saat ini masih banyak aplikasi ataupun platform Web3 yang memakai infrastruktur Web2, sehingga bisa dikatakan untuk infrastruktur sendiri masih minim.

Pengalaman Pengguna

Teknologi ini secara objektif masih cukup sulit untuk bisa dioperasikan oleh mayoritas pengguna, karena pengguna yang harus mengingat dan memahami banyak istilah teknis. Misalnya saat bertransaksi, kita harus tahu banyak konsep agar tidak terkena penipuan.

Partisipasi

Seperti yang kita pahami dari penjelasan sebelumnya, peran pengguna sangat besar dalam partisipasi untuk menjalankan konsep desentralisasi. Masalahnya, masih banyak orang yang memiliki partisipasi rendah untuk upaya ini.

Contoh Pemanfaatan Web 3.0

Tidak sekadar memunculkan pertanyaan tentang apa itu Web 3.0 , kehadirannya memang benar-benar akan memberikan banyak dampak pada berbagai industri akibat keterlibatannya pada berbagai transaksi di internet.

Nah, beberapa contoh penerapan teknologi terbaru dari www versi 3.0 adalah:

Real Estate

Pada bidang real estate, teknologi Web3 yang termasuk di dalamnya NFT, blockchain, Metaverse, serta mata uang kripto turut berkontribusi. Di mana beragam transaksi pada industri real estate akan berlangsung dengan lebih cepat, transparan, serta mudah.

Industri EdTech

Karena merupakan salah satu inovasi untuk masa depan pada dunia internet, maka dunia pendidikan kita saat ini kemungkinan besar juga ikut terkena dampaknya, sehingga akan muncul banyak revolusi-revolusi baru.

Salah satunya bisa kita lihat dari pengalaman selama masa Covid-19 lalu, ketika sistem pembelajaran daring atau online semakin pesat penerapannya.

Lalu dengan kehadiran versi terbaru, ke depannya pembelajaran tersebut juga otomatis terkena dampak positifnya, misalnya dengan menggunakan berbagai teknologi seperti IoT, Metaverse, serta AI untuk pengalaman belajar siswa lebih bagus dan kreatif.

Baca juga : Apa Itu Microsoft Outlook? Kenali dan Ketahui Keunggulannya

Dengan semua penjelasan mengenai apa itu Web 3.0 hingga tantangan dan contohnya, semoga kedepannya kita bisa ikut berperan aktif agar teknologi ini bisa berkembang dan memberikan dampak positif bagi semua orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *